Cirebon - Langit keberkahan seakan menaungi langkah-langkah khidmat saat Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen bersama istri Hj Ning Nawal Arafah menyertai sekitar 600 jamaah Jaga Bumi Aswaja menapaki jejak wali, berziarah di maqbarah Syarif Hidayatullah Sunan Gunungjati, Sabtu (25/04/2026).
Acara ini merupakan rangkaian tasyakuran HUT ke-3 Jaga Bumi Aswaja Jawa Tengah yang diwarnai nuansa religius, persaudaraan, dan penguatan spiritualitas umat.

Ketua Umum Jaga Bumi Aswaja, KH Muhammad Said AlMasyhad, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani menuju ridha Ilahi.

"Alhamdulillah, 600 jamaah hadir dengan 11 bus dan armada pendukung, bahkan kami siapkan ambulans dan tim kesehatan. Ini bukti kesungguhan menjaga ukhuwah dan keselamatan dalam ibadah, " tegasnya.
Sebelum menapaki makam Sunan Gunungjati, rombongan bersilaturahmi dengan para ulama di Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun Cirebon. Mereka disambut hangat oleh KHR Ahmad Ibnu Abdillah Satori, KH Ahsin Saho Muhammad, dan KH Husein, dalam suasana penuh takzim dan keilmuan yang mengalir lembut.
Dalam tausiyahnya, KH Ahsin Saho Muhammad menegaskan pentingnya merawat ajaran Ahlussunnah Waljamaah di tengah zaman.
"Menjaga bumi bukan sekadar menjaga alam, tetapi menjaga nilai Aswaja dengan prinsip tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal. Tasamuh adalah nafas toleransi, tawazun adalah keseimbangan antara hak Allah dan hak manusia, " tegasnya penuh makna.
KH Said AlMasyhad kembali menegaskan misi gerakan ini sebagai jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat.
"Kami mengajak umat istiqamah dalam kebaikan melalui khataman Al-Qur’an, tahlil, istighotsah, dan manaqib Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani. Ini ikhtiar menjaga bumi dengan doa dan amal, " ujarnya tegas.
Sementara itu, KH Taj Yasin Maimoen memberikan pesan mendalam yang menggugah jiwa.
"Ziarah itu bukan hanya mengenang, tetapi meneladani. Mari rawat ajaran Aswaja dengan cinta, jaga persatuan, dan jangan lelah menebar kebaikan di bumi Allah, " pesannya dengan nada teduh namun penuh ketegasan.
Di penghujung kegiatan, jamaah turut menikmati wisata religi dan budaya di sentra Batik Trusmi serta kuliner khas Cirebon. Namun lebih dari itu, mereka membawa pulang cahaya harapan.
"Jangan sia-siakan waktu untuk kebaikan, teruslah bergerak dalam jamaah, karena di situlah keberkahan turun, " menjadi himbauan yang menggema, mengikat hati dalam doa dan harapan akan bumi yang damai, religius, dan penuh rahmat.
(Agus/Djarmanto)

Devira Arum